MUSEUM BANK INDONESIA - DKI JAKARTA
23 10 2007Kalo jalan2 ke kota tua Jakarta, persis di sebelah Museum Bank Mandiri, terdapat gedung yang dulunya dipakai sebagai kantor Bank Indonesia yang kini dapat pula dinikmati oleh kita2. Museum Bank Indonesia pertama kali dibuka tanggal 15 Desember 2006 dan kini menawarkan berbagai fasilitas yang mungkin belum pernah ada di museum lain Indonesia, antara lain Ruang Peralihan yang berisi permainan interaktif menggunakan proyektor khusus dengan serangkaian mata uang melayang yang dapat ditangkap oleh pengunjung.
Menurut sejarahnya, Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral telah berdiri sejak tahun 1953. Dan hingga kini BI merasa masyarakat yang belum memahami sepenuhnya peran bank sentral di Indonesia. Untuk itu, gedung BI di Jl. Pintu Besar Utara No.3 (Jakarta Kota) yang dulunya merupakan peninggalan De Javasche Bank dan telah ditetapkan pemerintah sebagai bangunan cagar budaya ini, melalui pembangunan yang bertahap, kini tidak hanya dilestarikan tp juga dikembangkan menjadi sebuah museum sebagai salah satu wahana rekreasi yang bersifat edukatif.
Pertama kali gw ke museum ini sih, sempat ternganga2 jg. jarang ada pihak yang niat bikin museum se’serius’ ini dengan dana yang pastinya tidak sedikit (selain museum rahmat ya) . dengan tatanan yang penuh konsep dan berteknologi tinggi, walopun secara bangunan masih banyak renovasi disana sini, tp kl liat dalemnya kebayang deh, one day ini museum pasti keren banget. menjangkaunya pun mudah, cukup dengan menaiki bus trans jakarta, mentok turun di halte kota, tanpa dipungut biaya masuk, kita tidak hanya bs menikmati arsitektur bangunan plus isinya tp juga ngadem bareng para pemandu yang ramah2. Museum buka dari hari selasa sampai minggu kecuali hari libur nasional (sabtu minggu buka sampai sore). kalau mau dateng berombongan juga bisa dengan memberitahu terlebih dahulu ke 021-6876 1565 / 7088 3311 / 2600 158 ext.8100 atau fax ke 021-260 1730 / 386 4935.
Sebelum suatu hari nanti berkunjung kesana, bolehlah tilik sekejap asal usul bangunan yang digunakan sebagai Museum BI ini. Masih bersumber dari websitenya museum, dikatakan bahwa pada tanggal 24 Januari 1828 pemerintah Hindia Belanda mendirikan bank sirkulasi bernama De Javasche Bank (DJB). Pada masa pendudukan Jepang, kegiatan DJB dihentikan. Dan dimasa revolusi, saat terdapat dualisme kekuasaan antara RI dan NICA, perbankan akhirnya terbagi dua. DJB dan bank-bank Belanda berada di wilayah NICA dan “Jajasan Poesat Bank Indonesia” dan Bank Negara Indonesia di wilayah RI. Baru saat terjadi Konferensi Meja Bundar tahun 1949, DJB ditetapkan sebagai bank sentral Republik Indonesia Serikat. Dan sebagai negara yang berdaulat, akhirnya RI menasionalisasi bank sentralnya hingga sejak tanggal 1 Juli 1953 DJB berubah menjadi bank sentral RI yang bernama Bank Indonesia.
Popularity: 100% [?]


















Recent Comments