Pengangguran Terancam Bertambah
17 07 2007Turut berduka atas kejadian yang sebetulnya bukan lagi masalah asing di negeri ini. Efek dari ketergantungan kita yang amat sangat dan rendahnya bargaining power kita thd “orang-orang luar ini” akhirnya terjadi lg dengan hengkangnya salah satu investor asing yang telah menghidupi banyak karyawan di indonesia. Sebetulnya ini salah siapa?
Investor punya hak untuk masuk dan keluar kapan saja ke bidang dan negara mana pun yang diminati. Jadi agak sulit jika setelah kejadian ini kita masih berharap ia untuk kembali berinvestasi apalagi sejauh saya lihat fenomena “mencari negara yang lebih kondusif” yang sebetulnya adalah “mencari negara dengan biaya yg lebih murah untuk berinvestasi” telah menjadi alasan ia tuk hengkang. Masalah kualitas pun akhirnya hanyalah dalih untuk sekedar memenuhi etika bisnis ketika ditanya orang. Seharusnya para karyawan mendemo pimpinan perusahaan mereka yang ternyata tidak bisa menyikapi masalah ini. Jika memang kualitas dipandang bukan masalah, kenapa perusahaan tidak berinisiatif membuat merk sendiri atau mungkin mencari customer lain guna mempertahankan nasib karyawannya.
Belajar dari industri lain yaitu otomotif yang kini sedikit demi sedikit telah ditinggalkan oleh investornya karena negara lain dipandang lebih murah untuk memproduksi berbagai macam jenis kendaraan, para supplier otomotif tsb jauh-jauh hari sudah mulai memikirkan cara untuk mempertahankan sumber daya yang sudah terlanjur diinvestasikan untuk membuat produk di luar bidang usahanya. Tidak tanggung-tanggung, dari membuat perlengkapan kendaraan bermotor mereka memodifikasi produknya menjadi bagian-bagian kecil dari produk mainan anak-anak yang kini tengah mereka supply ke produsennya ataupun membuat produk rumah tangga lainnya yang sekiranya dapat dititipkan dan dijual melalui toko-toko kelontong berukuran besar (hypermarket). Hal-hal tersebut kemudian memperlihatkan bahwa semua kembali kepada usaha kita masing-masing. Sekarang tinggal bagaimana kita mau berusaha, mandiri, dan tentunya kembali lagi bahwa pemerintahlah yang harus menjadi “Ayah”, agar kedepannya kita terbebas dari hal-hal yang merugikan kita sebagai tuan tanah yang bekerja di ladang sendiri.
Sumber bacaan:
Ribuan Buruh Demo Keputusan Nike - Media Indonesia
Perwakilan Buruh Bertemu Manajemen Nike - Metro TV News
Popularity: 50% [?]















Iya dik, liat di TV, ownernya keliatannya pasrah gitu..
wah kirain tadinya bakal posting poto-poto karyawan nike yg lagi demo
sebelum ini kasus yg mirip itu pabrik mitsubishi ya? ntar siapa lg ya yg nyusul..
kamera gw lg rusak nih, makanya udh jarang beredar dan belom bisa setor foto
Kalo aku baca2, ada suatu hal yang diinginkan oleh investor melebihi buruh murah.. yaitu stabilitas dan kepastian hukum. Kalo ada negara yang bisa ngasih buruh yang sama murahnya dengan indonesia, plus stabilitas politik & kepastian hukum yang sedikit lebih baik dari Indonesia.. aku gak bisa menyalahkan investor2 tersebut karena mereka sama sekali gak peduli dengan rakyat Indonesia, theyr’e just in it for the money. Pemerintah tidak bisa menjual Indonesia dengan kelebihan buruh murah aja.
Mengenai membuat merk/produk sendiri.. Ini langkah yang susah banget. Pertama, kemampuan orang Indonesia sendiri dalam me-manage hal seperti ini masih rendah (tapi menurutku emang perlu dipelajari oleh pebisnis Indonesia). Kedua, biasanya investor yang dulu jadi juragannya menghambat hal seperti ini berkembang karena takut ilmu yang mereka berikan akan dipakai untuk jadi pesaing mereka. Ini banyak terjadi di Cina dimana para mitra lokal investornya pada bikin merk sendiri dan bikin pusing mitra investornya.