KLENTENG SAM PO KONG - JAWA TENGAH

18 12 2006

Kamu pasti pernah dengar seorang Laksamana Tionghoa bernama Cheng Ho, yang dulunya berlayar dan singgah di Semarang (tepatnya di daerah Simongan, barat daya Semarang). Ditempat singgahnya ini skr berdiri sebuah klenteng untuk meperingati Laksamana Cheng Ho bernama Klenteng Sam Po Kong atau beberapa menyebutnya Klenteng Gedong Batu (karena berada di  gua batu besar yang terletak di sebuah bukit batu).

Image Hosted by ImageShack.us

Menurut sebuah sumber, Laksamana Cheng Ho adalah seorang nahkoda Muslim dari China yang tengah berlayar menjelajah dunia untuk berdagang sambil menyebarkan ajaran Islam. Berhubung Cheng Ho adalah seorang tokoh yang berasal dari daratan China, maka klenteng yang berdiripun kini digunakan sebagai tempat kegiatan pemujaan dan pencarian peruntungan sebagaimana tradisi-tradisi yang biasa dijalankan oleh masyarakat keturunan China hingga saat ini. Padahal menurut Ir. Setiawan dalam bukunya ‘Mengenal Kelenteng Sam Po Kong Gedung Batu Semarang’, tempat ini dulunya merupakan sebuah Masjid.

Image Hosted by ImageShack.us

Sumber yang sama sempat mempertanyakan, apakah Cheng Ho dan Sam Po Kong adalah orang yang sama. Katanya Cheng Ho yang bernama lain Mahuan adalah keturunan Mongol (bukan China) yang menjabat sebagai nahkoda kapal. Sedangkan Sam Po Kong merupakan pemilik kapal niaga tsb. So, keduanya merupakan tokoh yang berbeda. Kedua tokoh ini dipercaya memiliki misi yang sama yaitu menyebarkan agama Islam disepanjang kegiatan berdagangnya (walaupun sampai skr, bukti penyebaran ajaran tsb belum ditemukan).

Sumber lain mengemukakan fakta sebaliknya, dimana Cheng Ho dan San Po Kong adalah tokoh yang sama. Konon, Laksamana Cheng Ho/Zheng He mendapat penghargaan dan diangkat menjadi Thai Kam dengan gelar San Po/Sam Po (Thai Kam merupakan pejabat yang dekat dengan keluarga Kaisar). Sejak tahun 1431 itulah, Cheng Ho lebih dikenal dengan gelar Sam Po Kong/Sam Po Toa Lang atau Dewa Tiga Pusaka atau Tri Ratna.

Image Hosted by ImageShack.us

Di Klenteng ini terdapat sebuah jangkar kapal yang dipercaya sebagai jangkar kapal milik Cheng Ho dan kerap disembah dan disembayangi warga keturunan China untuk mendapatkan berkat dan rejeki. Di dekat gua jg terdapat makam Dampu Awang, seorang juru mudi Cheng Ho yang ramai diziarahi kaum muslim jawa.

Image Hosted by ImageShack.us

Ada fakta menarik yang dikemukakan oleh sebuah sumber. Pada tahun 1431, terdapat beberapa buku untuk penyebaran agama Islam dituliskan oleh pembantu Cheng Ho seperti Haji Ma Huan dan Haji Feh Tsing yang pandai berbahasa Arab dan bertindak sebagai penerjemah dan mencatat segala sesuatu ttg negara2 yang dikunjungi. Namun tulisan2 yang pernah tersiman di klenteng ini selama 400-500 tahun dirampas oleh Residen Poortman pada tahun 1928 dengan alasan menumpas komunis. Dari 3 gerobak catatan yang dirampas, diantaranya terdapat tulisan yang menceritakan peran orang2 Tionghoa dalam penyebaran agama Islam dan pembentukan sejumlah kerajaan Islam di Jawa (seperti kerajaan Demak dengan raja Raden Patah alias Jin Bun). Namun beberapa peneliti yang meragukan hal ini karena setelah meninjau denah dan tata letak ruang di Klenteng Sam Po Kong, sepertinya tidak dokumen sebanyak itu aman tersimpan ratusan tahun di tempat seperti itu.

Image Hosted by ImageShack.us

Pada tahun 1450-1475, setelah dinasti Ming menutup diri dan armada perangnya dimusnahkan serta orang2 Tionghoa dilarang pergi dari daratan Tiongkok maka pengaruh dan pengikut Islan di kalangan orang2 Tionghoa di pesisir utara Jawa menyurut. Masjid2 Tionghoa banyak berubah fungsi menjadi klenteng, dan salah satunya adalah Klenteng Sam Po Kong.

Popularity: 22% [?]

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • del.icio.us
  • Reddit
  • StumbleUpon

Actions

Informations

5 responses to “KLENTENG SAM PO KONG - JAWA TENGAH”

20 12 2006
irfan (17:57:14) :

Ni pertama kali aku baca webmu. Keren dan memberiku inspirasi baru lagi. Sepertinya yang ada didalam webmu adalah cita2ku selama ini, jadi bertanya ama diri sendiri kapan ya aku memulainya? Oya aku pernah maen ni kesini pas festival sampokong. Gila keren abiz….. tapi sayang momentum ini ga bisa aku abadikan karena Kameraku tertinggal. BT juga sih. Tapi yang jelas aku bangga bisa liat foto2 kamu dan webmu secara keseluruhan. Tetap berkarya ya…..

1 03 2007
onny maia (12:52:52) :

bisakah kita bekerja sama mengenai pemeliharaan bagunan kuno di semarang untuk saling bertukar informasi?
saya bertujuan ingin mengabadikan sebagai bahan sejarah dan referensi saya sebagai seorang calon arsitek untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya.
untuk itu saya mohon bantuan dari anda
trimakasih sblmnya.
saya tunggu konfirmasi anda

1 03 2007
sieztha (13:28:08) :

memelihara bangunan kuno?! wah, gw berminat banget tuh. masalahnya, bantuan yg bisa gw kasih sebatas hasil dokumentasi berbentuk foto doang.. anda bisa kok mengundang saya ke semarang tuk motret lg, hehehe…

30 06 2007
reZa_ajah (07:34:09) :

hohohoooooo

baguz bangedh

aku terkesimaaaaaaaaaaaaa

cieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee

23 09 2007
Farida (13:14:25) :

mb’sieztha,aku terima kasih bnyk cos tau info dr mb’ bo tugas aku untk presentasi.berhubung aku skrng kul jur b.cina jadi aku kalo sibuk aku bisa liat web mb’ aja.jadi g perlu keKTP/tmpt kejadian perkara.tapi pas aku liat foto2 diatas,aku pengen liat sndr.kalo bisa bikin info lbh bnyk lg ya…..
aku mo tnya? di klenteng san po kong ada acara/festival apa aja & kpn dilaksanakanny??….. huida wo de wenti
always spirit sieztha jie jie.duo xie..

Leave a comment

You can use these tags : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>